Sunday, March 18, 2018

Gone not-with-the Wind: Social Media Accounts

piture taken at BJBR Probolinggo





Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Hello teman-teman semua, siapapun yang entah kebetulan nyasar aja ke sini, atau emang udah kenal dan tau benar dengan blog aku ini. Judulnya agak dramatis gitu yah, tapi mudah-mudahaan isi post ini nggak sedrama itu dan ada hal baik yang bisa dipetik dari tulisanku ini.

Untuk yang udah kenal dan mengikuti gerak-gerik aku di sosial media, pasti tau ya kalau aku ini sangat aktif di sosmed. Apalagi my previous jobs required me to constantly 'battle' in social medias. Jujur setelah resign dua tahun yang lalu sampai sekarang ini, ada kekosongan yang luaaaaaaar biasa di hidup aku. Sebenernya dari dulu emang aku bukan anak/karyawan yang super rajin juga, sih, but I think I did quite well. Average, lah, I tried to do my best when I was needed. Makanya aku tuh kayaknya habisin waktu di dunia maya 16/24 jam hidup aku. Pathetic? Maybe. That's why I said I have this huge blank moment and it took me two full years to finally think it through and through. I know, I am slow. What a waste of time, huh? Manusia. Nggak bisa banget menghargai waktu dan menikmatinya dengan baik dan benar. Jangan ditiru ya, teman-teman. :(
Sampai sekarang juga aku masih aktif kok di sosial media, tapi as for now, aku cuma punya akun aktif instagram aja.

Loh? Where's your facebook and twitter account(s)?

It's still there, i believe. Hahaha. Karena terhitung sampai tulisan ini tayang, kayaknya baru seminggu-dua mingguan akun-akun sosmed aku dideaktivasi permanen. Tapiiii menurut peraturan fesbuk dan twitter, akun aku masih bisa di'hidupkan kembali' dalam jangka waktu 30 hari setelah aku deaktivasi. Sampai sekarang sih belum ada keinginan untuk hidupin akun itu kembali, yah. Semoga aja istiqomah nggak diaktifin lagi selamanyaaaaaa. ><

Nggak hanya facebook dan twitter, kok. Aku juga sedang berusaha menghapus nama atau alias yang aku punya selama aku aktif di dunia maya (terutama waktu masih aktif banget fangirling) and wow it's honestly sooooo hard and complicated.

Kenapa sih akun-akunya dihapusin?

Sebenarnya ini alasannya sangat banyak dan cukup panjang, tapi aku ringkas aja dan insyaa Allah bisa diterima oleh semua kalangan: nggak bermanfaat.

I know, pasti ada yang nge-refute dan bilang kalau kita bisa pakai dengan bijak, maka kita bisa mengambil manfaat dari sosmed itu. Misalkan untuk cari informasi, untuk jualan, dan lain sebagainya.

Masalahnya... aku sendiri, pemakai dan penggunanya, bahkan nggak bisa mengontrol diriku dan tau sampai mana batasan bijak tersebut.

Aku bukan seorang yang ahli semua bidang, jadi akupun nggak bisa memilah dan memilih mana informasi yang benar-benar tepat dan baik, dan mana yang hoax dan dapat menimbulkan fitnah/provokasi. Sudah berapa kali aku sendiri kejebak repost hal yang sebenarnya nggak benar/nggak baik? Sudah berapa kali aku adu mulut dengan beberapa orang yang nggak seide dan sependapat, yang bahkan aku nggak kenal mereka sama sekali? Jadi daripada aku nggak bisa memberikan manfaat yang baik untuk orang lain, mending aku mundur aja. Lagian kalo kebanyakan sosmed tuh, jujur yah, tangan aku gatel banget kepo-kepo banyak hal, terus setelah tau beberapa hal jadi suka mbatin gitu. Dan mostly bukan membatin hal yang enak untuk didengar langsung oleh mereka yang bersangkutan. Jadi.... mending ditiadakan aja itu meringankan aku juga, insyaa Allah. :)

That's why, setelah mikir panjang dan usaha yang masih sedikit ini, mau pelan-pelan mundur dari gilanya dunia maya. Mungkin di masa mendatang sosial media yang aku pakai sekarang akan kuhapus juga, but for now, this is already helping me.

Doakan ya, teman-teman semuanya!

Semoga kita selalu diarahkan ke jalan yang penuh dengan kebaikan dan kebenaran.

Monday, January 8, 2018

Banana Nugget Oreo


Assalamu'alaikum Warohmatullah.

Ini nih, makanan yang lagi happening banget sekarang ini. Booming banget deh, di timeline instagram banyaaaaaak banget orang jualan banana nugget dengan aneka topping. Mulai dari coklat, keju (even mozarella, sampe meleleh-meleleh gitu), red velvet cake crumbs, green tea, lemon, dan sebagainya.

Proses bikin banana nugget yang sebenernya sih agak ribet, yah. BIASANYA, banana nugget ini diproses layaknya nugget pada umumnya. Jadi pisangnya diancurin, terus ditepungin, ditelorin, digulain, dikukus, dipotong-potong kotak mirip nugget, baru deh digoreng lagi pake tepung roti,

Which is... ribet. Untuk aku yang males banyak cucian. Hahaha.

Setahun-dua tahun yang lalu, sebelum bananan nugget booming di pasaran, aku malah udah 'diajarin' duluan bikin banana nugget ala-ala, sama Puput, salah satu sahabat aku yang sudah berbaik hati banget bersedia menampung nginep di kos dia di Jogja. Hehehe. Jadi aku ngintip proses Puput bikin pisang goreng yang dibalur tepung roti dan dibubuhi oreo di atasnya. Enaaaak! Banget!

Kayaknya daripada ribet, mending bikin yang mirip-mirip aja, yah. Hehehe.


Bahan:

Sunday, January 7, 2018

One Pot Pasta: Shrimp Tomato Spaghetti



 Gambar diambil dari post aku sebelumnya di sini.

Assalamu'alaikum!

Sebenernya gambar ini nggak cocok untuk dipakai sesuai judul, sih. Karena one pot pasta itu sebenernya adalah memasak pasta menggunakan satu alat masak aja. Nah sayangnya di foto ini, pastanya udah mateng alias udah direbus, jadi tinggal dimasak lagi di pan/teflon yang lain dengan bahan-bahan lainnya. Tapi ternyata setelah aku coba pakai sistem one pot pasta ternyata hasilnya not so bad. Masih layak makan, kok. Hehehe.

Udah lumayan sering bikin one pot pasta karena aku males nyuci banyak printilan suka banget dengan berbagai olahan mi, termasuk spaghetti dan fettucine. Duh pokoknya aku anaknya gluten banget deh, suka sama tepung-tepung gitu. Pernah juga bikin mirip-mirip sujebi, sejenis mie yang disobek pake tangan dimasukin ke kuah kaldu. Aduh itu enakkk asli deh. Kapan-kapan kalau lagi libur dan sempet, aku masukin ke sini juga resepnya meski agak ngawur dari aslinya. Hahaha.

Aaanyway, balik lagi ke one pot pasta. Awal tertarik bikin one pot pasta gara-gara sering liat videonya di Tasty atau di beberapa youtuber cook yang aku follow, dan eeehh kok ternyata nggak ribet yah? Tinggal masukin semua bahan, aduk aduk sambil nunggu mateng, udah deh kelar tinggal makan langsung aja dari pan-nya wkwkwk. Daaan berkat Please Take Care of My Refrigerator juga sih, ada episode Chef Sam Kim yang lagi masak pasta dan entah kenapa pastanya sangat menggiurkan gitu lah visualnya. Hmmph.

Oke langsung aja.

Bahan yang dibutuhkan:

Friday, January 5, 2018

Deep Fried Soybean Curd With Veggies aka Tahu Susur



Assalamu'alaikum!

Post pertama blog di tahun 2018 aku dedikasikan untuk resep makanan dari senior slash ex rommate slash my bestfriend, mbak Dhanika. Hahaha. (Aaaand I know it's weird to call her by her full name since I always call her by her nickname, I'm trying to fix my habit hehehe)

Particularly also because I'm trying to dump more veggies into my body, so I'm hoping this post is one of many about it in future.

Jadi suatu hari, aku main ke rumah mbak Dhanika yang baru pindahan. Terus disuguhinlah makanan ini (yang sebenernya aku juga ikut proses bikinnya tipis-tipis, meski cuma memarut wortel doang hahaha). Kalau istilahnya mbak Dhanika sih namanya tahu susur, yah. Aku nggak tau namanya apaan, jadi aku ngikut-ngikut aja. Itu judul post-nya aku bahasa Inggris-in biar agak kece aja gitu judulnya. Wkwk.

Karena aku doyan gorengan (huhuhu goal tahun ini adalah makan less-gorengan) dan semua makanan yang bisa dimakan pakai cabe, jadi tahu susur ini adalah salah satu cemilan terenak yang pernah kumakan. *insert emot jempol* Bikinnya juga nggak terlalu ribet dan nggak menyebabkan banyak sampah. Like it!






Bahan:

Friday, November 10, 2017

Birumu Adalah Biru Mereka #GenLangitBiru



pardon my chubby hands lol

Someone said, if you look at the sky three times a day, you’ll live a peaceful life.

Hahaha. Boong banget. Kalo liat langit doang tapi nggak makan nggak minum seharian, lemes dong brooo. Nggak jadi peaceful ini perut. Hehehe kidding!

Tapi emang bener ya, pernah nggak sih, kita lagi super hyper ultra suntuk banget, dan rasanya dengan melihat langit sambil menghela napas panjang, itu udah cukup melegakan? Atau kita ‘ngabur’ ke pantai demi melihat matahari terbenam, melihat langit biru yang luas pelan-pelan berganti warna menjadi ungu, merah, dan keemasan, sampai akhirnya menggelap setelah matahari benar-benar menghilang. Itu udah sangaaaat menyenangkan. Apalagi kalau udaranya bersih, ya. Makin seneeeeng ngerasainnya.

Makanya kalau nonton drama-drama Korea atau Jepang, paling suka kalau ada adegan emosional (biasanya sih kalau nggak adegan berpisah dengan seseorang, adegan pertemuan kembali setelah sekian lama, ya adegan yang menguras emosi entah itu bahagia atau sedih) terus background pemandangannya adalah langit, terutama senja. Entah itu di pantai atau di pinggir sungai, adegan emosional hampir selalu berlatarkan langit senja. Latar tempat lainnya yang cukup mainstream untuk adegan emosional adalah terminal transportasi, terutama bandara. Tempat mainstream yang ini akan aku bahas di kesempatan lain. :P
drama searah jarum jam: goblin, sukina hito ga iru koto, shopping king louie, proposal daisakusen sp

Sunday, September 10, 2017

Beli Makanan Korea Halal

kimchi produksi Myoung Ga, klik untuk memperbesar dan membaca komposisinya

Baca artikel saya yang lain tentang Korean Mart di Surabaya.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih saya, saya juga ingin meminta maaf kepada teman-teman khususnya sesama Muslim yang terlanjur belanja beberapa barang/makanan non halal karena post saya. Tulisan itu saya buat ketika saya masih buta dengan konsep halalan thoyyiban dalam kepercayaan kita. Duh, bener-bener malu loh. :(
Mohon maaf yang sebesar-besarnya, ya. Semoga Allah selalu lindungi kita semua.

Beberapa waktu lalu, salah satu resto Korea favorit saya di Malang, Kimbap Rina alias Kirin, memutuskan untuk mem-vakum-kan beberapa menu best seller mereka. Salah satunya tteokpokki, yang bener-bener populer banget di kalangan pecinta makanan Korea. Jelas aja penggemar beratnya kalang kabut, dong. Namun Kirin meniadakan menu tersebut bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang masih benar-benar mengganjal adalah kehalalan bahan dasar utama makanan tersebut: gochujang (pasta cabe khas Korea).


Setelah sekian lama vakum, tteokpokki dan beberapa makanan lainnya yang menggunakan gochujang sebagai salah satu bahan dasarnya kembali muncul di menu. Usut punya usut, ternyata Kirin sudah belanja gochujang halal di salah satu online shop yang menjual bahan masakan/makanan Korea.

Yup, produsen/online shop penyedia gochujang bersertifikasi halal pertama di Indonesia ini adalah Mokgo Juseyo (http://instagram.com/mokgo_juseyo)